TANGERANG SELATAN KONTAK BANTEN — Gubernur Banten Andra Soni mendatangi kediaman Donal Husni, salah satu dari lima jurnalis yang hilang bersama tiga awak kapal cepat Aruphadatu 1 di perairan Selat Sunda.
Andra menemui istri, ibu, dan keluarga Donal di Perumahan Ciater Permai, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (25/9/2026). Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam dan membahas perkembangan pencarian setelah operasi SAR gabungan resmi dihentikan.
Operasi pencarian Aruphadatu 1 sebelumnya telah berlangsung selama 10 hari. Namun, hingga pencarian berakhir, tim SAR gabungan belum menemukan petunjuk yang dapat memastikan keberadaan kapal maupun para penumpang lainnya.
Pemerintah Tetap Tindak Lanjuti Informasi Baru
Andra mengatakan penghentian operasi SAR secara resmi tidak berarti seluruh kemungkinan pencarian ditutup.
Pemerintah, kata dia, masih akan menindaklanjuti setiap informasi baru yang berpotensi membantu mengetahui keberadaan Donal dan tujuh orang lainnya yang masih belum ditemukan.
Informasi mengenai Aruphadatu 1 juga terus disampaikan kepada kapal-kapal yang melintas di jalur pelayaran Selat Sunda hingga ke arah Bengkulu.
“Setiap ada perkembangan, setiap ada informasi baru, akan langsung kami sampaikan kepada keluarga,” kata Andra.
Menurut Andra, pemerintah tetap memperhatikan laporan dari jalur pelayaran maupun informasi lain yang dapat membantu mengungkap keberadaan rombongan tersebut.
Sebelumnya, operasi SAR gabungan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur untuk melakukan pencarian melalui wilayah laut, udara, dan darat.
Pencarian bahkan diperpanjang setelah adanya permintaan dari keluarga. Namun, hingga memasuki hari ke-10, tim SAR belum memperoleh petunjuk baru mengenai keberadaan kapal.
“Kita tidak menemukan titik terang atau panduan-panduan lain sehingga dengan berat hati operasi gabungan pencarian dan pertolongan Aruphadatu 1 ini dihentikan secara resmi,” ujar Andra.
Surakman Telah Ditemukan dan Diidentifikasi
Dalam perkembangan pencarian, salah satu awak kapal, Surakman, telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah laki-laki tanpa identitas tersebut ditemukan di wilayah perairan Bengkulu. Setelah melalui proses identifikasi dan pemeriksaan DNA, jenazah dipastikan merupakan Surakman, awak kapal Aruphadatu 1.
Jenazah Surakman kemudian dipulangkan dan dimakamkan di Kabupaten Pandeglang pada Kamis (24/9/2026).
Dengan demikian, keberadaan tujuh orang lainnya yang berada dalam perjalanan tersebut masih menjadi perhatian pemerintah dan keluarga.
Pemerintah Dampingi Keluarga Donal
Selain membahas perkembangan pencarian, Andra juga membicarakan kebutuhan keluarga Donal selama proses pendampingan.
Ia mengatakan pemerintah akan tetap memberikan perhatian kepada keluarga, termasuk terkait kebutuhan psikologis dan pendidikan anak.
Namun, ketika ditanya mengenai kemungkinan bantuan pendidikan bagi anak-anak lima jurnalis dan tiga awak kapal, Andra belum menjelaskan secara rinci bentuk bantuan yang akan diberikan pemerintah daerah.
“Kita bicarakan juga soal lain-lain yang kemudian untuk menghormati keluarga, ya kita enggak usah bicarakan di sini,” tutup Andra.
Baznas Tangsel Siapkan Bantuan
Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas Baznas Tangerang Selatan Dadang Raharja mengatakan pihaknya telah memberikan bantuan kepada keluarga Donal.
Menurut Dadang, bantuan awal diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga setelah Donal dinyatakan hilang.
“Untuk saat ini kita berikan bantuan sejumlah uang untuk persiapan di keluarganya,” kata Dadang.
Baznas Tangsel selanjutnya akan melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan keluarga Donal dalam jangka berikutnya.
Hasil asesmen tersebut akan menjadi bahan pembahasan untuk menentukan bentuk bantuan lanjutan, termasuk kemungkinan dukungan pendidikan bagi anak Donal yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.
“Apakah nanti kita bantu dalam beasiswanya atau bagaimana, nanti kita bicarakan ke depan,” ujarnya.
Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang
Donal Husni merupakan satu dari lima jurnalis yang berada di dalam kapal cepat Aruphadatu 1.
Mereka berangkat dari Dermaga Marina, Lippo Carita, Pandeglang, pada 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Selain Donal, empat jurnalis lainnya adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari LKBN ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira Pranoto dari iNews, dan Firdaus Wajidi dari Anadolu Agency.
Tiga awak kapal juga berada dalam perjalanan tersebut, yakni Warta sebagai kapten, Surakman sebagai anak buah kapal, dan Heriyanto sebagai pemandu.
Kapal Aruphadatu 1 kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan pencarian di sejumlah wilayah yang diperkirakan berkaitan dengan jalur pelayaran kapal.
Hingga operasi SAR resmi dihentikan, belum ditemukan petunjuk yang memastikan keberadaan kapal maupun tujuh orang lainnya yang masih dinyatakan hilang.(tim)

.gif)